Sistem operasi mobile adalah software
utama yang melakukan manajemen dan kontrol terhadap hardware secara
langsung serta manajemen dan mengontrol software-software lain sehingga
software-software lain tersebut dapat bekerja.
24 Jan 2012
Sekilas Tentang Sistem Operasi Mobile (HP)
Stephenie Meyer | Midnight Sun
Buku ini belum beredar di pasaran karena masih di selesaikan oleh Stephanie Meyer. Buku ini mengisahkan Twilight, namun berbeda sudut pandang. Buku ini menggunakan sudut pandang Edward, di Vampir tampan.
Meskipun belum sepenuhnya selesai, namun bagi pecinta Twillight Series tentu sangat sayang untuk dilewatkan.
Dalam paket download ini terdapat novel Midnight Sun versi bahasa Inggris serta versi Bahasa Indonesia. Asik kan !
Untuk mendownload buku / ebook gratis ini, silakan klik link di bawah
12 Jul 2010
Free EBook Twilight Vol 1-4
7 Jul 2010
Apakah Alexander Graham Bell Sang Penemuh Telepon?
Antonio Santi Giuseppe Meucci, lahir 13 April 1808 - meninggal 18 Oktober 1889, pada umur 81 tahun adalah seorang penemu kebangsaan Italia yang penemuannya merupakan alat komunikasi modern yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekarang ini untuk kehidupan sosial yaitu telepon.
Pada tahun 1850 Meucci terus menyempurnakan alat yang telah diciptakannya yaitu telepon. Pada tahun 1871, disebabkan tak cukup uang untuk membayar paten telepon, ia hanya membayar paten sementara yang berlaku untuk setahun dan harus memperpanjang untuk tahun serikutnya. Dua tahun kemudian, saat Meucci meminta kembali semua materi telepon diperusahaan tersebut, ternyata mereka hanya mengatakan telah "hilang".
Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menyandang gelar sebagai penemu telepon. Setelah Meucci mengetahuinya, ia memanggil seorang pengacara untuk memprotes pada Kantor Paten Amerika Serikat di Washington, namun Meucci mengalami kekalahan untuk kasus ini. Setelah adanya permusuhan antara Alexander Graham Bell dengan Western Union, barulah terungkap bahwa Bell sebelumnya telah menyetujui membayar duapuluh persen keuntungan komersial atas "penemuannya" selama 17 tahun kepada Western Union.
Lebih dari seabad dan di seluruh penjuru dunia, Alexander Graham bell dikenal sebagai penemu telepon. Tetapi pada tanggal 11 Juni 2002 di Kongres Amerika Serikat, Antonio Meucci ditetapkan sebagai penemu telepon.
10 Festival Unik Dunia
Setiap tahun ribuan orang berkumpul untuk ambil bagian atau menonton festival. Sebagian besar festival di bawah ini adalah tradisi kuno tapi beberapa ada yang sangat modern. Walaupun orang-orang ini sangat berbeda satu sama lain, mereke punya kesamaan: aneh. Kalau anda tahu festival-festival unik lain, bisa beri tahu lewat komentar.
1. Thaipusam
Thaipusam adalah festival orang Hindu (yang kebanyakan dirayakan oleh orang-orang Tamil) yang diadakan pada bulan Januari/Februari setiap tahun untuk merayakan kelahiran Murugan (anak laki-laki Shiva dan Parvati). Peserta mencukur rambutnya dan melakukan ziarah, di akhir acara, mereka memasukkan tusuk daging yang sangat tajam lewat lidah atau pipi. Beberapa peserta menyangkutkan cantelan ke punggung mereka dan menarik benda berat seperti traktor. Tujuannya adalah untuk membuat diri kesakitan – mereka percaya semakin menderita, Tuhan akan semakin mengasihaninya. Festival ini sangat populer di India, tapi perayaan terbesar diadakan di Singapura dan Malaysia saat liburan.
2. Kanamara Matsuri
Setiap tahun di musim semi, festival Kanamara Matsuri (zakar baja) diadakan di Kawasaki, Jepang. Ini adalah festival kesuburan orang-orang Shinto, dan seperti yang anda lihat, dibuat patung penis yang besar. Selama festival berlangsung, orang-orang bisa membeli permen, sayuran dan hadiaj yang berbentuk zakar. Festival ini sangat populer di kalangan pelacur yang berpikir dengan berpartisipasi bisa mengurangi tertularnya penyakit seksual.
3. Festival Memukul Angsa
Sampai sekarang, festival tahunan ini diadakan di Jerman dimana seekor angsa diikat kakinya dan dipukuli orang lokal sampai kepalanya putus. Karena adanya protes dari aktivis pecinta hewan, festival ini sekarang memukul angsa yang sebelumnya sudah dibunuh. Kegiatan yang sama diadakan di Spanyol setiap tahun di mana orang menggantunggkan angsa sampai kepalanya putus. Festival dari Spanyol ini bernama Antzare Eguna dan telah ada sejak 350 tahun yang lalu.
4. Fiesta de Santa Marta de Ribarteme
Setiap tahun di Las Nieves, Spanyol, orang-orang yang pernah mendekati pengalaman kematian di tahun sebelumnya berkumpul untuk menghadiri Misa di perayaan Saint Marta de Ribarteme, kebangkitan Patron Saint. Bagian yang unik adalah: mereka berangkat ke Misa membawa peti mati atau dibawa di peti mati.
5. El Colacho
Sejak 1620, El Colacho (atau lompat bayi) adalah sebuah festival di Spanyol yang diadakan setiap tahun di pesta Corpus Christi. Festival ini melibatkan lompatan di atas matras tempat semua bayi yang dilahirkan di dua belas tahun sebelumnya. Orang dewasa di desa Cstrillo de Murcia berpakaian seperti setan dan ikut melompati bayi. Festival sering membuat luka-luka (biasanya pada orang dewasa) dan dipercaya melompati membersihkan bayi dari dosa – cara babtis yang tidak biasa. Paus Benedict XVI telah meminta jamaah lokal untuk menjauhi festival seperti ini karena berbahaya dan berhubungan dengan agama Katolik.
6. Hadaka Matsuri
Hadaka Matsuri adalah festival orang Jepang dimana semua pesertanya telanjang. Festival ini telah diadakan berkali-kali sepanjang tahun di berbagai tempat di Jepang dan menggunakan semacam celana pinggang tradisional. Beberapa bahkan telanjang sepenuhnya dengan kemauan sendiri – faktanya ini diperkirakan menyehatkan. Festival ini terkadang menggunakan lumpur (untuk hiburan) dan beberapa terdapat festival terpisah pria dan wanita. Di beberapa tempat tertentu ada yang diadakan untuk anak-anak – upacara penerimaan, namun biasanya anak-anak ikut bersama festival orang dewasa. Festival pada dasarnya memiliki unsur keagamaan, namun sekarang ini aspek keagamaan secara virtual terlupakan.
7. Festival Melempar Kambing
Orang-orang Spanyol sepertinya suka dengan festival-festival aneh mereka. Setiap tahun di hari Minggu keempat bulan Januari, orang-orang lokal di desa kecil Manganeses de la Polvorosa berkumpul bersama untuk festival melempar kambing, dalam menghormati St Vincent de Pul, pelindung suci mereka. Festival ini telah ada selama bertahun-tahun tidak ada yang tahu kapan pertama kali diadakan. Festival ini melibatkan seorang pria muda yang mencari kambing di desanya, mengikatnya dan membawanya ke atas menara gereja lokal. Dia lalu melempar kambing dari atas dan jatu dari ketinggian 50 kaki dan (lebih baik) ditangkap oleh penduduk yang memawa kain terpal. Pejabat desa itu melarang acara ini tapi tetap berlanjut tanpa menghiraukannya. Berbagai kelompok pecinta hewan banyak mengkomplain tentang ini – walaupun komplain mereka juga ditolak.
8. Api Unggun Saint John
Api Unggun Saint John adalah festival populer di Spanyol yang diadakan pada 19 hingga 24 Juni. Festival aneh ini melibatkan cahaya api unggun (biasanya diisi dengan perabotan tua). Penduduk lokal berukar coklat hangat saat menonton api unggun. Tapi lama-lama acara ini menjadi aneh. Anak-anak dari desa ikut mengambil bagian dalam berlari menembus api. Seminggu penuh diisi dengan acara festival termasuk pertunjukkan kembang api dan 86 wanita dan 86 gadis remaja dipilih sebagai “Beauties”. Mereka memimpin festival sebagai Ratu.
9. Festival Menggelindingkan Keju
Festival Menggelindingkan Keju diadakan setiap bulan Mei di bukit Cooper, Gloucestershire di Inggris. Festival ini melibatkan panitia melempar sepotong keju ke bawah ke tempat yang sangat curam, lalu ratusan orang berlari ke bawah bukit (sangat berbahaya) dengan tujuan menangkap keju tadi. Setiap tahun acara ini menimbulkan korban dan karena itulah anak-anak tidak diizinkan ikut, walaupun terkadang ada anak laki-laki dari kota yang ikut. Untuk anak-anak, ada lomba mendaki. Anak laki-laki dan perempuan berlomba di tempat yang terpisah.
10. La Tomatina
Setiap hari Rabu terakhir di bulan Agustus setiap tahun di kota Buñol di Valencia, Spanyol, 9000 penduduk lokal dan 20000 – 40000 turis pergi ke kota untuk melempar tomat satu sama lain untuk menghormati Virgin Mary dan St. Louis Bertrand. Tradisi ini telah ada sejak 1940an, walaupun acara ini awalnya tidak diizinkan pemerintah Franco. Wanita biasanya berpakaian putih dan pria tidak berpakaian. Siapa saja yang ketahuan memakai pakaian – termasuk wanita dan terutama turis cenderung menjadi target penduduk lokal.
KAJIAN ILMIAH SENYUM MONALISA
Seulas senyum pada lukisan klasik karya seniman zaman Rennaissans
Italia Leonardo Da Vinci (1452 - 1519) telah mempesona begitu banyak
pencinta karya seni sejak lukisan itu selesai dibuat pada tahun 1506.
Orang yang pernah melihat lukisan itu secara langsung umumnya selalu
teringat akan pesona senyuman yang kesannya merekah muncul pada saat
orang justru tidak memusatkan tatapan penglihatannya langsung pada
wajah Monalisa. Senyum itu selain mempesona sekaligus misterius bagi
banyak pencita seni dan dianggap memiliki nilai transendental keagungan
yang luar biasa. Salah satu orang yang pertama kali terkesan atas
senyuman yang dilukiskan sebagai "memiliki nilai keagungan diluar batas
sosok manusia" ("more divine than human") diungkapan oleh Giorgio
Vasari, seorang kritikus seni dan penulis terkemuka yang hidup di abad
XVI.
Lukisan sosok Lisa di Antonio Maria Gherardini - nama sebenarnya
Monalisa - kini menjadi salah satu koleksi kebanggaan milik Musee de
Louvre, Paris - Perancis yang merupakan museum kebudayaan yang
terlengkap di dunia.
Untuk memuaskan rasa penasaran akan senyuman Monalisa seorang pakar
neuroscientist dari Universitas Harvard bernama Margaret Livingstone
baru-baru ini telah mengungkapkan kajian ilmiah yang mengungkap rahasia
dibalik senyum Monalisa pada terbitan journal Science No.17. edisi
akhir tahun 2000. Setelah mengkaji dengan seksama lukisan Leonardo Da
Vinci, maka Livingstone meyakinkan bahwa senyuman mempesona yang
terkesan muncul selintas dengan lamat-lamat pada wajah Monalisa terjadi
sebagai efek dari suatu ilusi optik. Dijelaskannya bahwa senyuman itu
dapat tertangkap mata justru pada saat seseorang tidak tengah langsung
memandang kearah bibir Monalisa.
Livingstone menjelaskan teorinya dari sudut struktur sistem visual
manusia berdasarkan keahliannya di bidang visual processing yang
terjadi pada manusia.
Penjelasan berdasar teori struktur sistem visual manusia :
Pada saat seseorang tengah memusatkan pandangan dengan pancaindera
penglihatan atas suatu obyek di alam, sesungguhnya citra yang
dipersepsikan manusia terbentuk dalam 2 area yang dapat dibedakan
secara jelas, yakni daerah pusat pada area bidang pandangan - yang
disebut fovea - yang berciri dapat membedakan warna dan kesan kontras
yang amat tajam. Sedangkan bidang pandang sekeliling diluarnya - atau
peripheral area - mempersepsikan pancaindera penglihatan terhadap citra
hitam putih, bayang dan efek gerak. Citra ("image") suatu benda menjadi
berkesan lebih baur ("blurred") jika pandangan atas peripheral area
terikutkan secara keseluruhan dalam pandangan atas suatu obyek.
Dalam metoda kerja penelitiannya Livingstone melakukan scan atas
reproduksi lukisan Monalisa dan menghilangkan seluruhnya ("filtered
out") segala image bayang dan efek yang terdapat dalam area pandang
peripheral , sehingga akhirnya lukisannya hanya menyisakan citra
rincian kontras dan beda warna seperti yang lazim terlihat dalam area
fovea. Sebagai akibatnya maka pandangan manusia lalu tidak dapat lagi
menangkap adanya senyuman Monalisa. Ketika efek bayang diimbuhkan
kembali pada lukisan persis layaknya sebagaimana pandangan manusia
mempersepsikan pandangan area peripheral, maka dengan segera munculah
kembali senyum Monalisa yang mempesona itu.
Terobosan kajian ilmiah Margaret Livingstone mendapat dukungan dari
ahli sejarah kesenian zaman Renaissans dari Universitas Columbia yang
bernama James Beck. Leonardo Da Vinci sebagai seorang seniman serba
bisa pada masa Renaissans juga dikenal sebagai arsitek , pematung,
selain sebagai inventor ulung yang mendahului pemikiran zamannya.
Menurut berbagai penelitian atas karya-karya arsitektur atau patung
zaman Rennaissans memang banyak yang mengadopsi efek ilusi optik guna
menimbulkan kesan keagungan atau sakral hingga lebih mengesankan setiap
orang yang memandangnya.
Namun bagi sebagian ahli termasuk diantaranya Dr. James Beck tidak
sepenuhnya yakin bahwa seniman zaman Renaissans - termasuk Leonardo Da
Vinci - berkarya dengan sengaja memasukkan unsur efek ilusi optik untuk
membuat lukisannya lebih mempesona. Margaret Livingstone serta James
Beck berpendapat efek tersebut boleh jadi awalnya terlebih dahulu
tercipta dengan tidak sengaja oleh Leonardo Da Vinci.